06 September 2009

Cara Membuat Bom

CARA MEMBUAT BOM

pernahkah anda membayangkan membuat bom itu sangat mudah ???
bahkan anda dapat membuatnya lebih dari 10 kali dalam satu hari...

proses sederahana itu dapat anda lakukan dirumah anda
pertama-tama anda harus menyiapkan bahan-bahan kimia utama seperti oksiogen, yang memiliki kadar nitrogen tinggi, untuk membuatnya lebih canggih andan bisa memperbanyak unsur hidrogen sulfida & merkaptan.Kedua senyawa ini mengandung sulfur belerang.

pertama-tama, kamu makan makanan yang berbau tajam, misal: bangke tikus, ee' kucing (nggak lah!). makan duren, petai, jengkol, dan kawan-kawannya.

kedua, setelah kamu makan itu semua, tiriskan beberapa saat (kurang lebih 2jam).

ketiga, setelah 2jam, di dalam perut kamu akan mengeluarkan reaksi asam yang sangat berbahaya... perut kamu akan bergejolak, itu adalah tanda2 BOM siap dilepaskan.

ke empat, Pilih sasaran target pengeboman. misal : guru kamu, adek kamu, atau pacar kamu (dosa tanggung sendiri).

ke lima, arahkan meriam kamu ke wajah target pengeboman kamu (angkat bokong kamu).

ke enam, Tembakkan dengan sekuat tenaga!! caranya, lepaskan tekanan yang maha dasyat dari perut, dan pusatkan kekuatan ke bokong kamu!

DIJAMIN, target pasti langsung tidur selamanya....
ampuh 100%.

-selamat mencoba-


yang ini serius,,,

Seperti kita ketahui, proses pencernaan dan penyerapan makanan terjadi dalam usus halus. Makanan yang tidak bisa dicerna dan diserap tubuh akan dibuang ke usus besar (kolon). Sisa-sisa makanan yang ada dalam usus besar ini merupakan makanan bagi bakteri penghuni usus. Di dalam usus besar ini pula terjadi proses fermentasi yang antara lain membentuk sejumlah gas.

Mengacu pada proses tersebut, bisa dimaklumi bila jenis makanan yang dikonsumsi menentukan produksi gas dalam usus. Semakin banyak seseorang mengonsumsi jenis makanan yang tidak dapat dicerna, semakin meningkat pula proses fermentasi oleh bakteri. Akibatnya, produksi gas pun mengalami peningkatan. Jenis gas yang diproduksi dalam usus antara lain karbondioksida (CO2), hidrogen (H2) dan metan. Kendati ada pula sumber gas dalam usus yang berasal dari udara luar, seperti nitrogen (N2) dan oksigen (O2). Udara luar ini dapat ikut tertelan akibat aktivitas makan yang tidak benar. Yakni kebiasaan mengunyah permen karet, pemasangan gigi palsu yang kurang tepat, dan sebagainya.

AROMA TAK SEDAP

Pada dasarnya tidak semua kentut mengeluarkan bau tak sedap. Angin yang satu ini bisa menjadi bau akibat adanya proses pembusukan oleh metabolisme bakteri di usus besar. Bau tak sedap yang mungkin timbul bisa juga berupa bau asam akibat mengonsumsi makanan yang tidak sesuai kemampuan organ pencernaannya. Selain itu, makanan berbau tajam, seperti petai, durian nangka dan cempedak juga dapat menyebabkan kentut berbau.

Kentut yang tidak berbau lazimnya terdiri atas 5 komponen gas, yakni gas nitrogen, oksigen, hidrogen, metan dan karbondioksida. Kelima gas inilah yang merupakan porsi terbesar dalam kentut. Sedangkan kentut yang bau umumnya merupakan campuran gas-gas yang berbau, seperti skatol, indol, hidrogen sulfida, dan asam lemak rantai pendek. Gas-gas ini walaupun terdapat dalam jumlah kecil mampu menimbulkan bau yang menusuk hidung.

2 komentar:

  1. woy, bom tek ngono lho....................

    BalasHapus

Free Website Counters

Kotak Chat